asslamu alaikum wr wb saya atas nama FICKY ALAMSYAH USMAN selaku juru bicara INDONESIA terkait Kekerasan
yang kembali menimpa suku Rohingya yang tinggal di Provinsi Rakhine,
Myanmar sehingga mengungsi meninggalkan negerinya kembali membuat geram
rakyat Indonesia. Militer Myanmar melakukan pembakaran rumah dan
menyerang perempuan serta anak-anak dari kalangan etnis Rohingya.
Sekitar 30.000 warga Rohingya telah meninggalkan rumahnya di Rakhine.
Berdasarkan analisis citra satelit dari Human Rights Watch, ribuan
bangunan di desa-desa milik warga juga dibakar.
Namun, pemerintah Suu Kyi membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa
tentaranya sedang berburu "teroris" di balik serangan mematikan di pos
polisi pada bulan lalu.
Aksi pemerintah Myanmar itu menjadi sorotan oleh sejumlah negara.
Bahkan, menurut seorang Pejabat Senior dari Badan Pengungsi PBB (UNHCR),
John McKissick, otoritas Myanmar telah melalukan pembersihan etnis
Muslim Rohingya.
Menlu Retno kunjungi kamp pengungsi Rohingya (Foto Dokumentasi Kemlu)
Menyikapi kekerasan terhadap Rohingya itu, pada November 2016,
sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) berunjuk rasa di depan
Kedutaan Myanmar di Jakarta untuk menuntut pemerintah Myanmar agar
berlaku adil terhadap etnis Rohingya.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun melakukan lawatan ke
Bangladesh. Dia blusukan ke perbatasan Myanmar-Bangladesh. Kunjungan ke
kamp pengungsi Kutupalong bertujuan untuk melihat kondisi para pengungsi
muslim Rohingya di perbatasan kedua negara itu.
Presiden Jokowi bahkan turut melepas pengiriman bantuan kemanusiaan
untuk pengungsi Rohingya di Myanmar melalui Dermaga III Pelabuhan
Tanjung Priok, Jakarta, Kamis pagi, 29 Desember 2016.
Barang-barang yang dikirimkan Indonesia ini merupakan barang-barang
yang diminta masyarakat Rohingya. Hal ini didapat setelah Menteri Luar
Negeri Retno Marsudi berkomunikasi dengan pemerintah Myamnar. Bantuan
akhirnya berhasil dikumpulkan dari berbagai pihak, baik masyarakat,
pengusaha, maupun pemerintah.
Jokowi menegaskan, bantuan ini menunjukkan Indonesia telah
melaksanakan tugas kepedulian terhadap sesama tanpa kegaduhan dan tanpa
megaphone diplomasi. Dia berharap bantuan dari Indonesia ini dapat
diterima dengan baik sebagai bentuk kepedulian sesama.
Komentar
Posting Komentar